HIJAU HITAM COMMUNITY
1. Diharapkan Untuk Login
2. Bagi New member diharapkan untuk Register/daftar

Enjoy Your Forum
Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Buku Tamu Hijau Hitam
Tue Nov 20, 2012 1:12 am by veni_judo

» Temu Ramah 2012
Sun Sep 02, 2012 3:54 pm by mitanovianty

» Sisi Lain Temu Ramah.....
Sun Sep 02, 2012 3:27 pm by mitanovianty

» Saran dan Kritik tampilan forum
Thu Feb 23, 2012 9:29 pm by Admin

» Kesejahteraan Sosial dan Problema Pembangunan
Thu Feb 23, 2012 8:48 pm by aafrianshah

» Mustafa Kemal Pasha (Ataturk)
Sun Oct 30, 2011 1:41 am by tatha_neh

» Zona Bebas
Sun Oct 30, 2011 1:23 am by Admin

» Numpang Majang.....
Mon Oct 17, 2011 3:08 am by Admin

» kontrak Dagang kerajaan melayu dengan VOC 1643-1763
Mon Oct 17, 2011 2:37 am by anak_gaul

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Affiliates
free forum


Mustafa Kemal Pasha (Ataturk)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Mustafa Kemal Pasha (Ataturk)

Post by tatha_neh on Sun Oct 10, 2010 2:19 pm


Dalam dunia modern, banyak orang menyanjungnya, namun tak sedikit pula yang membencinya. Mustafa memiliki pengaruh besar atas lenyapnya Dinasti Turki Utsmani yang juga titik balik dilegalisasinya sekulerisasi bagi masyarakat Islam. Turki menjadi negara sekuler yang berbentuk Republik dimulai dari tangan Mustafa Kemal yang akhirnya menobatkan sang Ataturk sebagai bapak bangsa Turki. Tak ayal, Proklamator kita pun mengidolakan Mustafa Kemal yang dianggap sebagai pembaharu kemajuan bangsa-bangsa.
(sumber: bab II skripsi mahasiswa ILPOL USU angk 2003)

Mustafa Kemal Ataturk lahir di Salonika sebelah utara Yunani pada tanggal 12 Maret 1881. Ayahanda Mustafa Kemal Ataturk yang bernama Ali Riza Efendi, seorang pegawai bea cukai yang mempunyai kedudukan rendah Ibunda Mustafa Kemal bernama Zubeyda Hanim Ali Riza dan Zubeyda mempunyai pandangan yang berbeda dalam memberikan pendidikan kepada Mustafa. Ali Riza, sang ayah, ingin agar Mustafa masuk ke sekolah umum, tapi Zubeyda tetap bersikeras Mustafa harus hafal Quran; ia harus jadi seorang hoja (guru agama). Mustafa pun dikirim masuk sekolah Fatimah Mullah Kadin, pendidikan Islam yang terkemuka di Kota Salonika. Diterima di sekolah itu agaknya sesuatu yang istimewa. Dalam buku Atatürk: The Rebirth of a Nation, Patrick Kinross mengutip penuturan Mustafa tentang upacara di hari pertama itu :
“Di pagi hari, ibunya mendandaninya dengan pakaian putih dan kalung leher bersulam emas; sorban melingkar di kepala. Ia pun dijemput seorang hoja beserta ulama lain. Mereka melangkah ke jalan dalam semacam prosesi ke sekolah. Di sekolah yang bertaut dengan sebuah masjid itu, doa bersama pun dibacakan. Lalu sang guru membimbing Mustafa masuk ke sebuah ruang. Di sana sebuah Quran sudah siap terbuka”.

Mustafa tak lama bersekolah di situ, ayahnya memindahkan Mustafa ke sekolah umum yang diasuh Shemsi Effendi. Pada usia 12 tahun, ayah Mustafa meninggal dunia, sehingga ia hanya dibesarkan oleh ibunya. Setelah kepergian sang ayah, Mustafa masuk ke sekolah militer di Selanik dan Manastir , kedua-dua tempat ini adalah pusat nasionalisme Yunani yang anti Turki. Mustafa belajar disekolah menengah militer di Selanik. Di sekolah tersebut nama Mustafa ditambah dengan nama Kemal oleh guru matematikanya sebagai pengakuan atas kecerdasan akademiknya.
Mustafa Kemal menikah dengan seorang wanita bernama Latifa. Pernikahan Mustafa Kemal hanya berjalan singkat selama dua tahun antara tahun 1923-1925, disebabkan istri Mustafa Kemal meninggal dunia. Dari pernikahannya yang singkat, dia tak memperoleh anak. Tetapi Mustafa mmpunyai banyak anak angkat, dan yang paling dikenal publik adalah Ulku .

B. Karir militer Mustafa Kemal
Mustafa Kemal masuk ke akademi militer di Manastır pada tahun 1895. Ia lulus dengan pangkat letnan pada tahun 1905 dan ditempatkan di Damaskus. Di Damaskus ia segera bergabung dengan sebuah kelompok rahasia kecil yang terdiri dari perwira-perwira yang menginginkan pembaruan. Kelompok ini kemudian bernama Vatan ve Hürriyet (Tanah Air dan Kemerdekaan), dan menjadi penentang aktif rezim Dinasti Usmani. Pada tahun 1907 ia ditempatkan di Selanik dan bergabung dengan Komite Kesatuan dan Kemajuan yang biasa disebut sebagai kelompok Turki Muda .
Mereka menentang rezim yang dipimpin oleh Sultan Abdul Hamid II. Mereka mengutuk Sultan karena menekan segala pemikiran liberal yang akan menghancurkan kekuasaan Islam. Mereka tidak bosan-bosan menuduh Islam sebagai penanggungjawab atas keterbelakangan Turki dan melampiaskan perasaan benci mereka kepada Syari'ah Islam yang mereka anggap kuno dan terhadap tasawuf sebagai bahan ejekan. Anggota-anggota dan perkumpulan ini bersumpah akan menghilangkan kesultanan dan menggantikannya dengan bentuk pemerintahan ala barat lengkap dengan Konstitusi dan Parlemen, menghancurkan kekuasaan Ulama dan menghapuskan Purdah dan Kudung, menyatakan persamaan mutlak antara pria dan wanita. Tidak lama kemudian Mustafa Kemal manjadi pemimpinnya.
Pada tahun 1908 kaum Turki Muda merebut kekuasaan dari Sultan Abdul Hamid II, dan Mustafa Kemal menjadi tokoh militer senior. Pada tahun 1911, ia pergi ke provinsi Libya untuk ikut serta dalam melawan invasi Italia. Pada bagian pertama dari Perang Balkan Mustafa Kemal terdampar di Libya dan tidak dapat ikut serta, tetapi pada Juli 1913 ia kembali ke Istanbul dan diangkat menjadi komandan pertahanan Dinasti Usmani di wilayah Canakkale di pantai Trakya (Thracia). Pada 1914 ia diangkat menjadi atase militer di Sofia, sebagi bagian siasat untuk menyingkirkannya dari ibu kota dan dari intrik politiknya .
Ketika Dinasti Usmani terjun ke Perang Dunia I yang bersekutu di pihak Jerman, Mustafa Kemal ditempatkan di Tekirdag (Laut Marmara). Ia kemudian dipromosikan menjadi kolonel dan ditempatkan sebagai komandan divisi di daerah Gallipoli (bahasa Turki: "Gelibolu"). Ia memainkan peranan kritis dalam pertepuran melawan pasukan sekutu Inggris, Perancis dan ANZAC dalam Pertempuran Gallipoli pada April 1915. Di sini ia berhasil menahan pasukan-pasukan sekutu di Conkbayiri dan di bukit-bukti Anafarta . Karena keberhasilannya ini, pangkatnya kemudian dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal, dan dengan demikian memperoleh gelar Pasha dan memperoleh pengaruh yang semakin luas dalam upaya-upaya peperangan .
Mustafa Kemal Pasha memperoleh penghormatan dari bekas lawan-lawannya karena keberaniannya dalam kemenangan. Memorial Mustafa Kemal Atatürk mempunyai tempat terhormat dalam Parade ANZAC Parade di Canberra. Di tugu peringatan ini tertulis kata-katanya:
“Para pahlawan yang menumpahkan darahnya dan kehilangan nyawanya ... kalian kini terbaring di tanah dari negara sahabat. Karena itu beristirahatlah dengan damai. Tidak ada perbedaan antara Johnny dan Mehmet di mana mereka kini terbaring berdampingan di negara kita... Kalian, para ibu yang mengirim anak-anaknya ke negara-negara yang jauh, hapuskanlah air matamu. Anak-anakmu kini berbaring di haribaanmu di dalam kedamaian. Setelah kehilangan nyawa mereka di negeri ini, mereka pun telah menjadi anak-anak kami” .

Pada 1917 dan 1918 Mustafa Kemal Pasha dikirim ke front Kaukasus untuk berperang melawan pasukan-pasukan Rusia, yang berhasil dimenangkannya. Ia kemudian ditempatkan di Hejaz, untuk melakukan perlawanan terhadap pemberontakan Arab yang didukung oleh Inggris melawan kekuasaan dinasti Usmani . Setelah melepaskan jabatannya, akhirnya ia kembali untuk berdinas dalam mempertahankan Palestina, namun gagal. Pada Oktober 1918 Ottoman menyerah kepada Sekutu, dan Mustafa Kemal menjadi salah seorang pemimpin partai yang memilih untuk mempertahankan wilayah yang lebih kurang sama dengan yang dikuasai oleh Turki sekarang, sementara setuju untuk mengundurkan diri dari semua wilayah lainnya .
Sementara pasukan Sekutu mulai menduduki Kekaisaran Ottoman, kaum revolusioner Turki mulai memperlihatkan perlawanan. Mustafa Kemal mengorganisir gerakan-gerakan "Kuva-i Milliye" (Angkatan Nasional) yang paling berhasil, yang berkembang menjadi Perang Kemerdekaan Turki.
Revolusi Mustafa Kemal dimulai dengan penempatannya di Samsun, dan di sana ia diberikan kekuasaan darurat sebagai Inspektur Divisi Militer ke-19. Begitu tiba di Anatolia, ia menafsirkan kekuasaannya secara bebas, dan menghubungi serta mengeluarkan perintah-perintah kepada para gubernur provinsi dan panglima militer daerah. Ia menyuruh mereka untuk melawan pendudukan. Pada Juni 1919 Mustafa Kemal dan teman-teman dekatnya mengeluarkan Deklarasi Amasya yang menggambarkan mengapa wewenang Istanbul tidak sah. Para perwira Turki Muda secara politis mempromosikan gagasan bahwa pemerintahan di pengasingan harus dibentuk di suatu tempat di Anatolia. Perintah Istanbul untuk menghukum mati Kemal datang terlambat. Sebuah parlemen baru, Dewan Agung Nasional, dibentuk di Ankara pada April 1920. Dewan ini menganugerahkan kepada Mustafa Kemal Pasha gelar 'Presiden Dewan Nasional, menolak pemerintahan Sultan di Istanbul dan menolak Perjanjian Sevres .
Pada Tahun 1938, Mustafa Kemal dalam usia 57 tahun meninggal dunia karena radang hati yang disebabkan oleh kecanduan alkohol. Gaya hidupnya merupakan beban yang sangat hebat bagi tubuhnya. Konsumsi alkohol pada diskusi-diskusi makan malam, merokok, dan kerja keras dalam jangka waktu yang panjang dengan sedikit tidur dan istirahat, serta mengerjakan proyek-proyek dan impiannya telah menjadi gaya hidupnya. Seperti yang telah dikatakan sejarahwan Will Durant, orang yang mengabdikan hidupnya kepada perang, politik, dan kehidupan masyarakat dengan cepat akan rontok, dan ketiganya ini merupakan semangat Atatürk. Di hari terakhir, peti mati Ataturk ditutup bendera Turki: merah, bulan sabit dan bintang putih. Dari Dolmabhache jenazahnya dibawa melintasi Bosporus lewat Jembatan Galata. Lalu diangkut naik kapal perang menuju Izmit. Dari Izmit, rombongan duka itu naik kereta api menuju Ankara. Riwayat Ataturk pun berakhir di bukit Anittep

tatha_neh
Moderator
Moderator

Jumlah posting : 12
Join date : 23.09.10

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mustafa Kemal Pasha (Ataturk)

Post by Admin on Tue Oct 12, 2010 2:30 am

cie.........majang skripsi ni ye.... Cool

Admin
Moderator
Moderator

Jumlah posting : 94
Join date : 22.09.10
Age : 31
Lokasi : depan laptop

Lihat profil user http://hijauhitam.forumn.org

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mustafa Kemal Pasha (Ataturk)

Post by tatha_neh on Tue Oct 12, 2010 6:26 pm

hahaaa.... mumpung, dari pada di bekerak jadi file abadi

tatha_neh
Moderator
Moderator

Jumlah posting : 12
Join date : 23.09.10

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mustafa Kemal Pasha (Ataturk)

Post by Admin on Wed Oct 13, 2010 5:36 am

tatha_neh wrote:hahaaa.... mumpung, dari pada di bekerak jadi file abadi
klo bisa di jadikan E-book ta biar bisa di donlot ama yg laen, bagi2 ilmu sikit, btw yg Thesis kapan nih mau di post juga hehehehehe.... Cool

Admin
Moderator
Moderator

Jumlah posting : 94
Join date : 22.09.10
Age : 31
Lokasi : depan laptop

Lihat profil user http://hijauhitam.forumn.org

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mustafa Kemal Pasha (Ataturk)

Post by anak_gaul on Mon Oct 17, 2011 2:39 am

ada link e-booknya gak ane mau donlot tu skripsi

anak_gaul
Simpatisan HMI
Simpatisan HMI

Jumlah posting : 3
Join date : 17.10.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mustafa Kemal Pasha (Ataturk)

Post by tatha_neh on Sun Oct 30, 2011 1:41 am

wah e-book nya belom beredar, kecuali perpus usu udah publish di internet. kalo butuh bisa minta langsung ke ane lah, berhubung hard copy jg tidak diserahkan ke fakultas

tatha_neh
Moderator
Moderator

Jumlah posting : 12
Join date : 23.09.10

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mustafa Kemal Pasha (Ataturk)

Post by Sponsored content Today at 4:34 pm


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik