HIJAU HITAM COMMUNITY
1. Diharapkan Untuk Login
2. Bagi New member diharapkan untuk Register/daftar

Enjoy Your Forum
Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Buku Tamu Hijau Hitam
Tue Nov 20, 2012 1:12 am by veni_judo

» Temu Ramah 2012
Sun Sep 02, 2012 3:54 pm by mitanovianty

» Sisi Lain Temu Ramah.....
Sun Sep 02, 2012 3:27 pm by mitanovianty

» Saran dan Kritik tampilan forum
Thu Feb 23, 2012 9:29 pm by Admin

» Kesejahteraan Sosial dan Problema Pembangunan
Thu Feb 23, 2012 8:48 pm by aafrianshah

» Mustafa Kemal Pasha (Ataturk)
Sun Oct 30, 2011 1:41 am by tatha_neh

» Zona Bebas
Sun Oct 30, 2011 1:23 am by Admin

» Numpang Majang.....
Mon Oct 17, 2011 3:08 am by Admin

» kontrak Dagang kerajaan melayu dengan VOC 1643-1763
Mon Oct 17, 2011 2:37 am by anak_gaul

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Affiliates
free forum


Thesis Tentang Feuerbach I

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Thesis Tentang Feuerbach I

Post by aafrianshah on Wed Sep 29, 2010 6:20 pm

I
Cacat Fatal dari segala bentuk materialisme yang sudah ada, termasuk juga pada Feuerbach, ialah bahwa segala sesuatu (Gegenstand), realitas, keinderawian, semata-mata hanya dipahami dalam bentuk benda (Object) atau renungan (Anschauung), dan bukannya sebagai aktivitas inderawi manusia (human sense activity), praktek, yang tidak subjektif. Karenanya segi aktif, menjadi jelas-bertentangan (contradistinction) terhadap materialisme, inilah pengembangan dari idealisme-- yang sekedar abstrak, yang tentu saja, memang idealisme tidak mengenal hal yang nyata, sebagaimana aktivitas inderawi. Feuerbach menghendaki objek inderawi, benar-benar dipisahkan dari objek pemikiran, tapi dia lupa menyadari bahwa aktivitas manusia itu sendiri sebagai aktivitas objektif (gegenstandliche). Oleh karenanya dalam risalah "Esensi Kristiani" (Das Wesen des Christenthums), Feuerbach beranggapan bahwa hanya sikap teoritislah sebagai satu-satunya sikap manusia yang sejati, sedangkan praktek hanyalah bentuk penampakan kotor-Judaisme (agama Yahudi, pent). Oleh karenanya Feuerbach tidak mengerti makna penting aktivitas "revolusioner", aktivitas "praktis-kritis".

II
Persoalan apakah kebenaran objektif (gegenstandliche) diakibatkan oleh pemikiran manusia bukanlah suatu persoalan teoritis, melainkan sebuah persoalan praktis. Dalam praktek manusia haruslah membuktikan kebenaran itu, yaitu, kenyataan dan daya, sisi-sisi pemikirannya (sidedness/ Diesseitigkeit). Perdebatan atas kenyataan atau bukan kenyataan dari pemikiran yang terpisah dari praktek adalah semata-mata persoalan kaum sekolahan (scholastic).

III
Doktrin kaum materialis bahwa manusia adalah hasil dari keadaan (circumstances) dan didikannya (upbringing), oleh karena itu, manusia yang berubah adalah hasil dari keadaan dan didikan yang berubah, melupakan bahwa, manusialah yang mengubah keadaannya dan pendidik itu sendiri membutuhkan pendidikan. Alhasil, ajaran ini tak pelak lagi sampailah pada pembagian masyarakat kedalam dua kubu yang salah satunya unggul atas masyarakat (contohnya pada ajaran Robert Owen).
Kejadian yang kebetulan antara berubahnya keadaan dan aktivitas manusia dapat dipahami dan dimengerti secara rasional hanya sebagai praktek yang merevolusionerkan.

IV
Feuerbach bertolak dari kenyataan pengasingan diri secara religius, menduplikasi dunia atas bentuk dunia religius yang khayali dan dunia yang nyata. Karyanya diperbuat untuk meleburkan dunia religius pada dasar duniawinya. Dia lupa akan adanya kenyataan bahwa setelah karyanya selesai, sesuatu yang pokok sama sekali belum dikerjakannya. Kenyataan bahwa dasar keduniawian telah melepaskan diri dari dirinya sendiri dan mengukuhkan dirinya didalam awang-awang sebagai dunia yang berdiri sendiri, hanya bisa dijelaskan dengan perpecahan dirinya dan penghilangan kontradiksi internal dasar duniawi itu. Karena itu yang disebut belakangan tadi harus dipahami kontradiksinya dan selanjutnya, menghilangkan kontradiksi itu, merevolusionerkannya dalam praktek. Jadi, dengan begitu, ketika keluarga duniawi itu ditemukan sebagai rahasia dari keluarga suci, kemudian yang disebut di duluan itu sendiri harus dikritisi dalam teori dan direvolusionerkan dalam praktek.

V
Feuerbach, tidak puas denganan pemikiran abstrak, beralih ke kontemplasi inderawi, namun ia tidak menganggap keinderawian sebagai praktek, aktivitas inderawi manusia.

VI
Feuerbach melebur hakekat religius menjadi hakekat manusia. Namun hakekat manusia bukanlah abstraksi yang melekat di tiap-tiaporang individu. Dalam kenyataannya hal itu adalah bagian keseluruhan dari hubungan-hubungan sosial.
Feuerbach, orang yang tidak kritis terhadap hakekat riil ini, akibatnya terpaksa :
1. Mengabstraksikan proses historis dan mencoba untuk memancangkan sentimen religius (Gemut) sebagai suatu hal yang (berasal, pent) dari dirinya sendiri dan mengandaikan individu manusia yang abstrak--yang terisolir.
2. Hakekat manusia, karenanya, dipahaminya hanya sebagai satu "makhluk (genus)", yang internal, yang seolah secara umum secara alamiah menyatukan berbagai individu.

VII
Feuerbach, tak pelak lagi, gagal melihat bahwa "sentimen religius" sendiri adalah produk sosial, dan bahwa individual abstrak yang dibahasnya nyatanya adalah sebuah bentuk khusus masyarakat.

VIII
Kehidupan sosial pada hakekatnya adalah bersifat praktis. Semua misteri yang menyesatkan teori kedalam mistik menemukan pemecahan yang rasional dalam kerja praktis manusia dan dalam pemahaman praktek tersebut.

IX
Titik tertinggi yang dicapai oleh materialisme kontemplatif, yakni, materialisme yang tidak memahami hal inderawi (sensuousness) sebagai aktivitas praktis, adalah merupakan perenungan individu-individu tunggal didalam "masyarakat sipil".

X
Sudut pandang materialisme yang lama adalah masyarakat "sipil"; sudut pandang materialisme yang baru adalah masyarakat manusia, atau pemasyarakatan kemanusiaan.

XI
Para filsuf hanyalah baru sekedar menafsirkan dunia,dengan berbagai cara; masalahnya, bagaimanapun, adalah mengubahnya.
(Diterjemahkan dari Theses on Feuerbach, dari buku Karl Marx and Frederick Engels Selected Works, Volume One, p.13-15)

aafrianshah
Moderator
Moderator

Jumlah posting : 15
Join date : 27.09.10
Age : 31
Lokasi : Bandung, Indonesia

Lihat profil user http://auliaafrianshah.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Thesis Tentang Feuerbach I

Post by Admin on Tue Oct 12, 2010 2:49 am

ts maho

ini kamus filsafat ya Embarassed

Admin
Moderator
Moderator

Jumlah posting : 94
Join date : 22.09.10
Age : 31
Lokasi : depan laptop

Lihat profil user http://hijauhitam.forumn.org

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik